Di Musim Kemarau, Menanam Tembakau Sungguh Memukau

 

 Tak di duga sebelumnya bahwa masa pandemi Covid-19 akan sampai pada musim kemarau, namun semenjak dari di mulainya masa-masa lockdown hingga saat ini para petani tembakau di beberapa dusun di wilayah desa sekotong tengah malah memanfaatkan waktu untuk menanam tembakau di lahan mereka masing-masing.

Sedikit tidak dari hasil menanam  tembakau dan mengolahnya hingga bisa dijual di pasaran hal ini bisa menopang kebutuhan hidup di masa pandemi covid-19 yang kini baru memasuki level 'New Normal' dan belum jelas kapan berakhirnya.


"Semenjak musim Corona ,kami jarang keluar rumah, Jadi kami hanya sibuk dirumah dan  merawat tembakau saja." kata Abdul Hamid, salah seorang petani  tembakau asal Dusun Long longan. 


Tembakau memang cocok ditanam pada musim kemarau oleh karena itu para petani tembakau merasa sedikit lega karena ada jalan keluar (way out) dalam menghadapi kesulitan dan kebutuhan hidup  pada masa-masa sulit akibat dampak Covid-19 yang melanda dunia.


"Tembakau tidak cocok ditanam pada musim hujan karena daunnya pasti akan rusak sehingga tidak bisa kita dapatkan hasil yang maksimal," ungkap  Lalu Wiredarme, Ketua Kelompok Tani Tembakau Dusun Mulejati Desa Sekotong Tengah.


Mirip sebagaimana halnya beberapa kawasan di daerah Lombok timur, ternyata berdasarkan penuturan para petani tembakau lainnya di wilayah Desa Sekotong Tengah tepatnya  di Dusun Lendang Bontong, Long-longan, Mule Jati, Montong Galih dan Dusun Telor Jago, bertani tembakau memang sudah berlangsung mereka lakukan dari  semenjak puluhan tahun yang lalu.

Terdapat kira-kira 50 hektar lahan kosong yang di tanami tembakau serta telah memiliki beberapa  kelompok tani yang khusus berkecimpung menanam tembakau. Harapan mereka dari apa yang mereka usahakan bisa di sorot oleh pemerintah agar kedepan pemerintah memberikan perhatian khususnya kepada para petani tembakau yang masih tergolong minim khususnya di wilayah Desa Sekotong Tengah (red.).




Posting Komentar

0 Komentar