Tari Gandrung, Salah Satu Tarian Kuno Di Pulau Lombok

 


Lombok tidak hanya terkenal dengan keindahan alamnya tetapi juga terkenal dengan budaya  dan keseniannya yang beraneka ragam   mulai dari musik lokal seperti cilokaq, gendang beleq, gamelan dan ale-ale  ada juga musik legendaris Orkes Pelita Harapan yang di pimpin oleh Al Mahsyar  sosok seniman, musisi dan budayawan Sasak yang belum lama ini meninggal di tahun 2020. Ada juga kesenian berupa pentas wayang kulit dengan dalang kondang di bumi sasak yakni H. Lalu Nasib AR yang juga merupakan tokoh seniman dan budayawan Lombok.

 Berbagai  jenis tari-tarian juga turut memperkaya budaya lokal seperti Tari Rudat, Tari Zikir Saman, Tari Gendang Beleq yang dipadukan langsung gerakan tariannya sambil memukul gendang beleq (gendang besar) selain itu ada lagi Tari Gandrung. Tari gandrung ini merupakan salah satu kesenian tari klasik yang cukup terkenal di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Menurut beberapa sumber sejarah yang ada, Tari Gandrung Lombok ini sudah ada sejak jaman ekspedisi Kerajaan Majapahit ke pulau Lombok.

Konon di ceritanya tarian ini awalnya digunakan untuk menghibur para prajurit setelah pulang dari medan perang. Dengan iringan dari beberapa perangkat Gambelan yang ada, para penari wanita menari sambil mengajak satu persatu para prajurit untuk menari secara berpasangan. Tradisi tersebut kemudian terus dilakukan dan dikenal dengan tari gandrung atau dalam masyarakat Suku Sasak dikenal  pula dengan sebutan Tari Jangger.

Tarian ini awalnya hanya dilakukan untuk bersuka ria para prajurit saja. Gerakan dalam tarian tersebut masih berupa improvisasi dari para penari, meskipun beberapa diantaranya merupakan gerakan khas dari tarian ini. Tarian ini kemudian kembangkan dan ditata ulang sebagai sebuah kesenian tari pertunjukan oleh para seniman di Pulau Lombok, baik dari segi gerak, busana, maupun jumlah penari, hingga menjadi seperti sekarang.


Pada pertunjukan awal Tari Gandrung Lombokini biasanya diiringi oleh berbagai musik tradisional seperti saron, pemugah, galung, gong, jegogan, gendang, suling,terompet dan sebagainya. Untuk melengkapi itu biasanya dilengkapi dengan suara nyanyian dari para penari gandrung.

Sedangkan untuk Kostum yang digunakan pada pertunjukan Tari Gandrung Lombok ini biasanya bervariasi dan beraneka ragam. Pada penari wanita biasanya menggunakan baju lengan pendek, kain kemben dan kain panjang. Sedangkan pada bagian kepala menggunakan gelungan atau mahkota. Selain itu, juga terdapat berbagai aksesoris sebagai pemanis seperti sabuk dan penutup dada yang diikatkan di leher penari. Untuk kostum para penari pria biasanya lebih bebas, bisa juga menggunakan pakaian adat masyarakat Lombok.

Jika di lihat dalam perkembangannya, Tari Gandrung Lombok ini awalnya hanya merupakan tarian hiburan bagi masyarakat. Namun, seiring berjalannya waktu, tarian ini juga dikembangkan menjadi suatu tarian pertujukan dengan beberapa penataan ulang dalam segi gerak, kostum, jumlah pemain maupun penyajian pertunjukannya. Sehingga dapat ditampilkan di berbagai acara baik sebagai hiburan, pertujukan seni dan sebagai daya tarik wisatawan yang datang dari berbagai daerah baik dari dalam negeri maupun luar negeri.



Posting Komentar

0 Komentar