Pembangunan Masjid dan Peradaban Islam Zaman Dahulu Di Pulau Lombok

Suasana Pengecoran Masjid Raudlatul Muslimin Telaga Lebur Kebon 

Nama sekaligus icon pulau Lombok yang paling terkenal adalah "Pulau Seribu Masjid", ini melambangkan banyaknya masjid yang di bangun di pulau yang kecil namun begitu indah ini, pembangunan masjid di pulau ini hampir tiap tahun dilakukan oleh masyarakat Suku Sasak di berbagai tempat sesuai letak geografis dimana mereka tinggal dan menetap. Dalam bahasa sederhananya setiap dusun umumnya memiliki masjid tersendiri belum lagi terhitung musholla atau langgar. 

Baru-baru ini Ahad, 4 Oktober 2020 di sebuah dusun yang bernama Dusun Telaga Lebur Kebon Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat sedang diadakan pembangunan masjid baru setelah masjid lama dirobohkan karena alasan kapasitasnya sudah  tidak bisa lagi menampung jumlah warga dalam pelaksanaan ibadah dan acara keagamaan berupa majlis ta'lim dan lain-lain. 

Menurut H. Abdul Hamid, Ketua Pembangunan Masjid yang diberi nama 'Raudlatul Muslimin' ini, masjid yang berada diwilayah Dusun Telaga Lebur Kebon yang kini sedang di bangun memiliki mata rantai sejarah yang erat kaitannya dengan perkembangan peradaban Islam di Wilayah Bayan (KLU) pada zaman dahulu, dimana Bayan pada masa itu menurut para ahli sejarah merupakan central perkembangan dan peradaban Islam di pulau Lombok.


 Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya peninggalan berupa masjid kuno Bayan yang masih sampai sejarang, sementara di Telaga Lebur, hal ini di buktikan dengan adanya peninggalan sejarah berupa Alqur'an tulisan tangan berikut khotbah jum'at dan Idain, dan bong (semacam  gerabah yang digunakan sebagai tempat berwudhu oleh warga muslim Sasak Lombok)  menurut sejarahnya semua itu di bawa dari Bayan.

Posting Komentar

0 Komentar